Join The Community

Kamis, 03 Februari 2011

BOBOT BADAN, LUAS PERMUKAAN DAN SUHU TUBUH

1. Bobot badan dan luas permukaan tubuh
Tujuan percobaan ini adalah untuk melihat relevansi bobot badan,usia dan luas permukaan tubuh terhadap perhitungan dosis
Usia,bobot badan dan,luas permukaan tubuh  dapat digunakan untuk menghitung dosis anak dari dosis dewasa.
Bobot badan digunakan untuk menghitung dosis yang dinyatakan dalam mg/kgbb.akan tetapi perhitungan dosis anak dari dosis dewasa berdasarkan bobot badan  saja, seringkali menghasilkan dosis anak yang terlalu kecil karena anak mempunyai laju metabolisme yang lebih tinggi sehingga per kg berat badannya seringkali membutuhkan dosis yang lebih tinggi daripada orang dewasa(kecuali pada neonatus).
Luas permukaan tubuh lebih tepat untuk menghitung dosis anak karena banyak fenomena fisik lebih erat hubungannya dengan luas permukaan tubuh. .
Menghitung  dosis untuk anak-anak ada yang berdasarkan usia,bobot badan dan luas permukaan tubuh.
1. Menghitung dosis berdasarkan usia dengan rumus young dan rumus  Augsberger.
2. Menghitung dosis berdasarkan bobot badan dengan menggunakan rumus Clark  yaitu   dosis anak =  W  /  68 x Dosis dewasa
3. Menghitung dosis berdasarkan luas permukaan badan sebetulnya paling tepat mengingat ada hubungan langsung antara permukaan badan dengan kecepatan metabolisme obat.misalnya dengan parameter eliminasi seperti filtrasi glomerulus, volume dan arusnya di ginjal lagi pula pada nak-anak,permukaan badannya relatif lebih besar daripada bobot badannya.Semakin bertambah usia,maka perbandingan antara permukaan badan dan bobotnya akan menjadi lebih kecil apalagi untuk obat-obat yang mempunyai luas terapi sempit. Ditentukan berdasarkan luas permukaan badan.dengan rumus
Dosis anak = 0,5738 x W l / 0,3964 x 0,024265 m2
Daftar berikut ini adalah perkiraan dosis bayi dan anak terhadap dosis dewasa yang dihitung berdasarkan bobot badan




Umur Bobot badan(dalam kg) Dosis bayi dan anak terhadap dosis dewasa
Bayi prematur

Bayi baru lahir
2 bulan
4 bulan
12 bulan
3 tahun
7 tahun
10 tahun
12 tahun
14 tahun
16 tahun
1,13 1,81
2,27
3,18
4,54
6,35
9,98
14,97
22,68
29,94
35,52
45,36
54,43
2,5 – 5 % 4 – 8 %
5 10 %
12,5 %
15 %
20 %
25 %
33 %
50 %
60 %
75 %
80 %
90 %

  1. 2. SUHU TUBUH

Suhu tubuh  konstan penting untuk aktivitas enzimatik normal,enzim berfungsi dalam rentang suhu tubuh yang pendek yaitu dari 36,1 – 37,8 C
.           Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi suhu tubuh yaitu irama diurnal, jenis kelamin dan usia individu.
Keseimbangan antara produksi panas dan pengeluaran panas dipertahankan oleh mekanisme homeostatik oleh hipotalamus
  1. Produksi panas berlangsung melalui reaksi katabolisme makanan dan regulator aktivitas otot. Dalam kondisi basal,hati memproduksi 20%,otak 15 % ,jantung 12 %  panas tubuh dan sisanya oleh otot.
  2. Pengeluaran panas 20 % terjadi melalui proses-proses fisik seperti:
    1. Radiasi, pemindahan panas dlm bentuk sinar infrared antar objek yg tdk bersentuhan, ›50% panas dikeluarkan dgn radiasi
    2. Konduksi, pemindahan panas antara objek yg bersentuhan (kompres)
    3. Konveksi, pemindahan panas ke media bergerak (udara & air) saat suhunya lebih rendah
    4. Evaporasi, pemindahan dan pengeluaran panas melalui difusi molekul air yg menembus permukaan tubuh ke udara (keringat)
Sisanya 80 % melalui kulit, sisanya melalui :
-       membran mukosa saluran pencernaan dapat mengakibatkan          defekasi
-       pernafasan mengakibatkan Penguapan
-       saluran  urinaria menjadi Urinasi.
Pengaturan suhu tubuh
Pusat termoregulator hipotalamus merupakan sekelompok saraf pada area preoptik dan hipotalamus posterior yang berfungsi sebagai termostat yaitu memelihara suhu tubuh antara 35 dan 41 C . Termostat hipotalamus memiliki semacam titik kontrol yang disesuaikan untuk mempertahankan suhu tubuh. Jika suhu tubuh turun atau naik sampai diatas titik ini ,pusat akan memulai impuls untuk menahan panas atau meningkatkan pengeluran panas. Hipotalamus memperthankan pengaturan suhu dengan menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas untuk menjaga suhu tubuh

Mekanisme  penahanan panas
  1. Vasokonstriksi pembuluh darah perifer, akibat stimulasi saraf simpatis ,akan mengurangi aliran darah dan pengeluaran panas melalui kulit,serta menahan darah hangat pada bagian inti tubuh
  2. Peningkatan aktivitas muskular,seperti kontraksi otot volunter dan involunter akan meningkatkan produksi panas.
  3. Mekanisme hormon yang meliputi peningkatan produksi efinefrin,norefinefrin,tiroksin dan glukokortikoid,meningkatkan metabolisme dan produksi panas

Mekanisme pengeluaran panas

  1. Vasodilatasi pembuluh darah perifer ,akibat inhibisi saraf simpatis,menyebabkan peningkatan aliran darah ke permukaan tubuh untuk memperbesar pengeluaran panas dan mengurangi tonus otot sehingga produksi panas berkurang.
  2. Peningkatan sekresi kelenjar keringat  akan meningkatkan pengeluaran panas melalui evaporasi

Alat dan cara mengukur suhu tubuh
Alat pengukur suhu tubuh yaitu ada termometer air raksa,termometer digital dan termometer bentuk strip .terbuat dari plastik
Ada 3 cara untuk mengukur suhu,yaitu termometer di masukkan dalam liang dubur, di bawah lidah atau diketiak selama 3-5 menit.Pengukuran di dalam dubur memberikan suhu yang tepat ,dibawah lidah dan ketiak menghasilkan suhu yang masing-masing lebih kurang 0,5 dan 1 C lebih rendah daripada yang sebenarnya.
Referensi
  1. Sloane ethel.,2004,Anatomi dan fisiologi untuk pemula,penerbit buku kedokteran EGC,Jakarta.
  2. Anonim,2002,ISO indonesia.ISFI,Jakarta.
  3. Tan hoan tjong dan kirana rahardja,1993,Swamedikasi,Depkes,Jakarta.
  4. Tan hoan tjong dan kirana rahardja,2002,Obat-obat penting edisi kelima,PT.Elex media komputindo,Jakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar